Kepunahan bahasa

Merky Worek

Merky Worek

Kepunahan bahasa

Menurut Bambang, seperti manusia atau makhluk hidup lainnya, bahasa pun dapat mati. Menurut data UNESCO, setiap tahun ada sepuluh bahasa di dunia ini yang punah. Pada abad ke-21 ini, diperkirakan laju kepunahan bahasa akan lebih cepat lagi. Di antara 6.000 lebih bahasa yang ada di dunia pada abad ke-20, hanya tinggal 600-3.000 bahasa saja yang masih dapat bertahan menjelang abad ke-21 ini. Dari 6.000 bahasa di dunia itu, sekitar separuh adalah bahasa yang dengan jumlah penutur tidak sampai 10.000 orang, dan seperempatnya lagi kurang dari 1.000 penutur.

“Padahal, salah satu syarat lestarinya sebuah bahasa adalah jika penuturnya mencapai 100.000 orang,” kata Bambang.

Di Indonesia, sebut Bambang, ada 109 bahasa (di luar Papua) dengan penutur kurang dari 100.000 orang. Misalnya, bahasa Tondano (Sulawesi), Tanimbar (Nusa Tenggara), Ogan (Sumatera Selatan), dan Buru (Maluku). Bahkan, ada satu bahasa di Nusa Tenggara Timur yang jumlah penuturnya tinggal 50 orang, yaitu bahasa Maku’a.

Sumber : http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0302/13/DIKBUD/127566.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: